Translate

Rabu, 22 Mei 2019

KETUMPUK RUTINITAS MENJAHIT, DUA TAHUN LUPA NGEBLOG

Bulan-bulan sibuk bagi para penjahit, sudah tiba. Hore. Aktivitas memeluk mesin-mesin jahit semakin intens. Hore. Meski tentu saja tidak terlalu mengurangi durasi menyimak drakor. Eh..

Apa yang baru dari aktivitas menjahit? Kali ini, ada yang berbeda, yang baru dari Modiste Samantha. Apa itu, eaa. Penasaran? Jadi ceritanya, workshop jahit saya akan berganti tampilannya. Seiring renovasi bagian belakang rumah, maka ruang tamu yang sempit nantinya bakal makin lega, demikian pula ruang jahit.

Di tengah-tengah aktivitas jahit, tiba-tiba keingat blog ini. Waduh ternyata hampir dua tahun enggak diisi artikel baru. Dua tahun "lupa" ngeblog, hiks. Terjerat rutinitas harian berkutat dengan benang dan jarum, urusan tulis-menulis di blog terbengkalai.

Apa mau dikata. Tetapi tak apalah, setidaknya masih mencoba mengisi blog (alesan nih, hehe). Ehm, nanti deh jika sudah cukup luang waktunya, blog ini akan dibanjiri (diisi) artikel-artikel lagi, dari resensi film, coretan hasil piknik, dan seterusnya.

Eh, sebenarnya saya tidak bener-bener lupa ngeblog sih, karena energi menulis dan corat-coret plus "postang-posting" berganti ke web dan instagram. Alamatnya website di www,modistesamantha.com atau di instagram @samanthaproject. Ditengok ya, myehehe.


 BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
KECAPEKAN MENJAHIT, GANBATEE
RESENSI FILM LOGAN, INI FILM KEREN
KORONA DAN ANGKA 9
MY BELOVED HIMURA
MENAPAKI PERBATASAN PART 1
MENANTI KIRK HAMMET




Kamis, 22 Juni 2017

KECAPEKAN MENJAHIT, GANBATEE

YEAAY...

Bulan Ramadhan bulan paling sibuk bagi para penjahit. Sibuk yang bener-bener sibuk sampai kurang tidur dan kurang pikniiik. Semoga habis ini endak muncul kantung mata, hiks.

Order jahit menumpuk berbanding terbalik dengan tenaga yang malah menyusut. (pengen pijeet). Tidak bisa tidak, order mesti dikerjakan dengan gagah berani dan diupayakan tepat waktu. Paramex, balsem, minyak angin, hingga teh mesti ada di meja jahit.

Enggak seperti masak, yang 2-5 porsi bisa dituang bareng ke dalam satu wajan, urusan memasak hanya bisa dikerjakan satu persatu. Belom lagi ditambah urusan beli alat jahit serta kain. Untung ada Mas Bojo, ndorong kenceng dari belakang.

Semangaat. Benderaa Samantha sudah ditancapkan. Mesin jahit di Bengkel Mode Samantha harus tetap menderuuuuuu. Semangaaat !!! Ganbatee !!! Tahun depan ke Jepaaaaang. Haruussssss. Mau ketemu sama Yohji Yamamoto.. ihik...


Selasa, 20 Juni 2017

PERTAMINA BAROKAH, ANTARA BRIGHT GAS, GUDEG, DAN MENJAHIT

Sebetulnya nggak ada hubungannya sih antara bright gas, gudeg dan jahitan. Karena kebetulan pengen ikutan lomba nulis blog yang diadakan oleh Pertamina, jadi dihubung-hubungin aja. Lumayan kan kalau dapat kamera mirrorless (lumayan banget) .. cihuy buat motret gudeg sama selfie pas lagi menjahit (red-pencitraan). Siapaaa tauuuuuuu .. !!
Sebagai seorang wanita yang multitalenta (kibas poni), saya selalu mencoba melakukan sendiri segala hal yang saya butuhkan. Meskipun kadang-kadang saya minta bantuan mas bojo untuk hal-hal yang sulit. Nulis blog .. iya, masak .. sanggup, menjahit .. apalagi, bongkar pasang bak cucian portabel .. kecil, perbaikin laptop mas bojo pas lagi hang ketika saya lagi menjahit... uaahh jangan tanya. Yang nggak bisa cuma naik vespa sama motor trail.
Impian-impian saya yang saya rangkai sejak dulu kala mulai terwujud satu per satu. Impian yang terhasrat dari hobi .. menulis, memasak, dan menjahit. Dunia tulis menulis saya awali menjadi wartawan selama 6 tahun. Dan ketika profesi ini saya rasa cukup untuk dijalani, saya mulai meraih mimpi saya yang lain. Maka terjerumuslah saya ke dunia jahit menjahit. Dunia yang saya tekuni sampai sekarang. PS : yang mau bikin baju silahkan komen ... haha.
Nah mimpi saya yang satu lagi ini yang ingin saya wujudkan. Mimpi untuk membuat kedai karena saya hobi memasak. Hobi yang sudah mulai ada sejak saya kuliah tapi nggak ada yang tau. Orang-orang rumah dulu nggak ada yang mau makan masakan saya .. sediiiihhhh! Karena masakan saya dulu hasil eksperimen semua. Yaaahhh saya juga sadar sih siapa juga yang dulu mau makan roti tawar goreng yang “klomoh” minyak. (Klomoh = kondisi ketika makanan yang digoreng terlalu berminyak aka berkuah minyak).
Tapi sekarang enggak lagi dooong. Hasil dari pengembaraan saya membuat masakan saya jadi makin cihuy. Makanya mas bojo yang tadinya cungkring jadi rada menggelembung. Apalagi alat-alat masak sekarang banyak yang lucu-lucu. PS : Jadi bapak-bapak, alat memasak yang lucu dan imut itu sangat penting untuk meningkatkan mood istri untuk memasak di dapur. Dijamin nanti masakannya jadi enak!
Yang membuat saya makin bahagia memasak itu karena Pertamina mengeluarkan Bright Gas. Saya bisa ganti regulator sendiri .. horeeeeee. Jujur sebelumnya saya agak takut untuk pasang regulator sendiri. Tapi karena ada jaminan katup ganda atau Doble Spindle Valve System (DSVS), saya jadi berani karena dua kali lebih aman mencegah kebocoran pada kepala tabung. Dan apinya biru loooohhhh, bikin saya nyaman kalo lagi masak gudeg yang durasi masaknya harus berhari-hari. (Nggak deng .. Cuma dua hari aja). Yang penasaran apa saja keunggulan Bright Gas, klik saja ini www.pertamina.com
Jadi waktu Bright Gas 12 kg diumumkan 3 tahun lalu, saya dan mas bojo langsung cari-cari info. Belum semua pengecer menyediakan sih, tapi saya kekeh mau ada Bright Gas di rumah. Nggak pake ribet ternyata, tinggal datang ke agen gas elpiji bawa tabung gas elpiji 12 kg untuk ditukar, sudah bisa bawa pulang tabung Bright Gas 12 kg yang warna warni-nya imut itu.
Nah kalau sekarang? Gara-gara tahun lalu Pertamina luncurin Bright Gas 5,5 kg, saya jadi kepengen punya juga yang versi mungilnya. Bentuknya kecil dan lebih imut, bisa dipeluk. Dan saya cukup kuat untuk angkat sendiri karena enteng. Cocok untuk dapur yang shaby-shaby gitu. PS : Buat bapak-bapak .. pleaseee, jika istri anda penggemar shaby-shaby-an, dijamin Bright Gas 5,5 kg warna shocking pink bakal menjadi kado terindah. Kebahagiaan istri adalah kebahagiaan bapak juga kan!
Dapur cantik itu harus totalitas !!
Kembali ke soal masak memasak, keberadaan Bright Gas juga membuat saya semakin semangat untuk memasak gudeg. Bagi orang lain, masak gudeg itu ribet. Tapi bagi saya ... ahahahhaha ... ribet juga sih, tapi karena masaknya pake Bright Gas jadi mood-nya bagus aja. Kalau mood-nya bagus, masakan jadi enak. Yang udah pernah ngicipin gudeg saya, pasti paham.
Soooo .... apakah Bright Gas akan mengantar saya menjadi “Bakul Gudeg” .... uhlalaaaa ... lihat saja nanti yaaaaa. Kalau tiba-tiba terpampang papan “Gudeg Yu Atha”, berarti ........

(Atha)   


Kamis, 09 Maret 2017

RESENSI FILM LOGAN : INI FILM KEREN



Logan, film ini bagus (⭐️⭐️⭐️⭐️) karena menyentuh sisi humanis yg realistis dr superhero (karna saya nya suka film superhero). Tp Mungkin tidak semua orang bakal menyukai film ini (PS : mas bojo - @lukasadiprasetya -kalem aja komentarnya, katanya nggak banyak adegan berkelahinya).

Tapi ini satu satunya film superhero yg sukses bikin mata saya basah. Hiks RIP Wolverine .. RIP Profesor. Spoilernya, film ini tidak meletakkan sisi superhero sebagai bagian utama cerita, spt film superhero garapan marvel pada umumnya. 

Kita diminta melihat logan sebagai manusia, bukan wolverin. Sad ending, gelap, brutal, kejam mjd bagian film ini, brutal krn bbrp adegan diekspose full yg biasanya nggak ada di sejarah xmen (seingatkh loh) nggak aman buat anak2, yaaaa bayangin aja kalo cakarnya langsung nancep di kepala gituuu, trus kepala kepenggal diekspose gitu. 

Jd jgn bawa anak2 buat ntn ini yaaa, nggak semua film superhero itu utk anak2 (kyknya kmrn ada yg bawa anak padahal ratingnya R!)...Sering mengkhayal bagaimana superhero di masa senjanya. Dan film ini spt menjawab itu. Kisah perjalanan terakhir si superhero di masa senjanya. 

Perjalanan terakhir yang mengenaskan sekaligus menyentuh, karena si wolverine harus mati2an berantem sama kembarannya di saat dia berada di titik hidup paling rentan. Superhero yang sakit2an dan lemah (cakar besinya udah aus keknya, dan mereka hidup di periode dimana manusia sdh tidak kagum lagi sama superhero) ... yaaahhh namanya juga superhero lansia. 

Tapi menyentuh krn Logan di akhir hidupnya yang pahit karena putus asa dan tidak punya harapan masih bisa jadi superhero bagi wolverin kecil. Meski pada akhirnya mati, dia tetep jadi superhero. Bukan film superhero pada umumnya sih. 

Meskipun endingnya antiklimaks dan durasinya kepanjangan, tapi saya menikmati setiap menitnya, tidak menjemukan. Satu yang sangat mencuri perhatian disini itu adalah si Laura. Bapak sama anak sama sama temperamen tinggi. 

Cumak sayangnya, kebiasaan nonton sampai credit title berakhir demi nonton cuplikan lanjutan yg jd khas nya marvel nggak kesampaian lagi, karna penontonnya dah langsung keluar semua. Jadi tengsin diliatin mbak mas penjaga. Akhirnya ikutan keluar ... ada yg lihat sampai kredit title berakhir nggak?? Ada cuplikannya kah?? Masak harus nunggu di youtube?!

Pps : setelah baca sana sini, memang tidak ada sneak peek nya. Aaahhhh nggak seruuuuu
Ppps : apakah inj akan merubah gaya film xmen selanjutnya jd lebih gelap? Kyk batman gitu yg tadinya musuhnya ceria ala joker jack nicholson Jadi joker ala heath ledger dan mas leto


NB, resensi ini juga saya tulis di fesbuk sebelumnya..hihi

Rabu, 15 Februari 2017

BENGKEL MODE SAMANTHA BALIKPAPAN BERSIAP LARI KENCANG

Judulnya adalah owner Modiste Samantha alias Samantha Project pindahan showroom. Begitulah. Sudah saatnya untuk membuka bengkel mode berkonsep galeri. Penjahit itu, kan, nggak hanya sekadar menjahit. Tapi musti tampil kece badai,

Begitulah. Rumah mungil yang penuh dengan "sudut samantha" ini akan menjadi bengkel mode yang ciamik di kota ini. Masih banyak berbenah tentu saja, karena baru sekitar satu pekan ditempati. Masih perlu polesan kanan-kiri.

Siap-siap tunggu gebrakan Samantha ya... Myehehe


Senin, 16 Januari 2017

MODISTE SAMANTHA BALIKPAPAN


Akhirnya saya punya website sendiri.. yeay !! Keinginan sejak tahun lalu ini, syukurlah, tercapai. Sekarang, produk-produk pakaian desain saya, yang asyik, keren, dan kekinian, bisa dikenal lebih luas. Semoga semakin memberi warna bagi dunia fashion Balikpapan tercinta.

Jadi, mari kita lihat website Samantha ini, yay...

Ini nih link-nya  ------->  modiste samantha balikpapan

Salam Samantha !!


                                                   mbak Samantha alias saya, hehe...






Senin, 09 Januari 2017

SEBATIK YANG SESUATU BANGET

Cuma pengin posting foto-foto saja saat mampir sejenak di Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara.


                                                        di dermaga milik TNI.
                                      tuh diseberang nampak Kota Tawau, Sabah, Malaysia.



sama sodara bojo di depan gereja St Agustinus, Sebatik.


                                                                 
                                                               di pantai Batu Lamampu



                                                              di tugu perbatasan.




                                     di batas negara. belakang pos jaga Kampung Aji Kuning




                                                      sentra rumput laut di Liang Bunyu




Rabu, 09 Maret 2016

Korona dan angka 9






Hadiah apa yang paling kalian inginkan ketika berulang tahun? Kalau saya enggak muluk-muluk, cumak pengen sehat selalu. Tetapi tahun ini, saya mendapatkan hadiah yang tak ternilai harganya. Bagi saya, ini adalah hadiah yang sangat istimewa. Dimana saya bisa merayakan hari lahir saya dengan melihat pertunjukan langit yang luar biasa.

Angka kesayangan saya adalah sembilan, karena ini adalah tanggal lahir saya di bulan Maret. Dan angka sembilan ini semakin istimewa karena saya mendapatkan korona. Iyaaaaa .. korona!! Korona yang bisa dilihat dengan mata telanjang saat terjadi Gerhana Matahari Total di tahun 2016 .. total tal tal. Saya tahu gerhana ini pasti terasa istimewa bagi setiap orang yang menyaksikannya. Tapi bagi saya, ini menjadi sangat personal dan intim.

Segala macam perangkat untuk mengabadikan peristiwa ini sudah saya persiapkan semalam sebelumnya. Powerbank tiga buah, kamera saku, kamera SLR, kacamata Gerhana asli, kacamata las sampai kaca las dengan level kegelapan hingga angka 12. Sampai-sampai saya enggak bisa tidur karena takut bangun kesiangan. Ya kalee .. sudah biasa. Ini demi melihat si matahari yang ditutupin sama si bulan. Tidak lupa jeprat jepret pakek camera hape ditutupin filter kaca las atau filter kacamata las listrik. Cumak kok lama-lama kasihan sama camera hape saya.

“Kontak” pertama si Bulan yang nutupin si Mataharipun sudah membuat saya debar. Wuiiiiihhhh ... secara saya belum pernah menyaksikan peristiwa ini langsung. Biasanya cumak liat di yutub. Sesekali saja saya melihat bagaimana Bulan secara perlahan menutupi Matahari. Sampai pada Matahari berbentuk sabit, saya langsung setengah lari ke bibir pantai. Oh saya sengaja bela-belain berangkat jam 5.30an Wita menuju Pantai Manggar Balikpapan agar mendapatkan sudut pandangan yang lebih luas. Dan sudut yang saya pilih itu berhasil sekaligus memuaskan.

Menulis “Happy Birthday” di pasir (biar kekinian) terus mengabadikannya sambil tengok-tengok ke matahari yang sudah semakin runcing sabitnya. Saat inilah saya mulai merinding. Saat-saat cahaya Matahari sedikit demi sedikit menghilang di balik Bulan diikuti teriakan riuh para penikmat Gerhana. Sedetik kemudian, Matahari benar-benar menghilang di balik Bulan dan suasana menjadi senyap, gelap temaram seperti senja. Saya yakin semua mata memandang keatas, nanar. Saat itulah saya harus melepas kacamata gerhana, dan itu dia .. korona yang berpijar nampak jelas dilihat dengan mata telanjang. Ada titik warna merah di atas samping kiri.

Tiba-tiba saja saya mbrebes mili, terharu. Lebay sih. Tapi peristiwa ini memang benar-benar personal untuk saya. Kapan lagi saya bisa menyaksikan korona yang indah itu di perayaan hari lahir saya. Tapi karena ada banyak orang, mbrebes mili nya saya tahan biar nggak kebablasan. Untung gelap. Sebetulnya saya ingin mengabadikannya. Tapi karena saat itu hanya kamera hape yang saya pegang dan gambar yang dihasilkan juga tidak terlalu bagus, maka saya memutuskan untuk menikmati saja pertunjukan alam semesta yang luar biasa ini. Ah .. persetan dengan foto. Nanti tinggal minta yang sudah berhasil motret saja. Toh saya ingin menikmati setiap mili detik dari korona yang berpijar pijar itu. Dan apa yang saya saksikan dengan mata telanjang jauh lebih bagus dari sekedar melihat dari rekaman kamera. Jauuuuhhhh lebih bagus ... menurut saya looooohh.

Tapi ada pemandangan lain yang menyita perhatian saya. Ada satu titik tak jauh dari Matahari dan Bulan yang cahayanya terang sekali. Apakah itu planet? Jupiter?
Yeeppp ... Pada akhirnya tak hanya korona yang bisa saya saksikan. Dalam detikan pertama Matahari keluar dari bayang-bayang Bulan, disana menyempil cahaya yang dalam sepersekian detik terlihat seperti diamond ring. Iiiihhhh .. kereeennnnn.

Hari ini adalah hari paling emosional buat saya. Lebay biarin .. !  





By Atha Ajo
Pantai Manggar
eclipse dan korona
My Birthday
9 Maret 2016 

Sabtu, 08 Agustus 2015

Batu Dinding : Semilir yang bikin ngantuk


Sunrise di Batu Dinding


My trip my adventure saya kali ini (ecieeeeee kekinian banget pakek slogan my trip my adventure) .. Ya sudah, tamasya saya kali ini ikut rombongan kuli gadget yang dipelopori oleh siapa lagi kalau bukan mas bojo. Pokoknya kalok ada acara tamasya beginian, mas bojo wajib mengikutsertakan saya. 

Lokasi yang kami tuju ini berada di kelurahan Batu Dinding, Samboja Kabupaten Kukar. Makanya disebut kawasan wisata Batu Dinding karena berada di Kelurahan Batu Dinding. Menuju ke lokasi, saya dan rombongan pilih naik motor. Enggak perlu pakai motor trail yang ban'nya kayak pacul. Cukup motor matik mungil sudah bisa melalui jalanan terjal berbatu sampai ke "lokasi". Yang penting mampu mengemudi dengan baik dan benar serta waspada. Kalok perhatiannya meleng dikit, alamat salto.

Sebetulnya menuju kesini naik mobil juga bisa. Tetapi kita hanya bisa sampai ke pos I yang dilanjut jalan kaki menuju pos II yang jaraknya hampir 1 Km. Mengingat betis ini adalah betis manja, naik motor sudah pasti pilihan yang tepat. Tapiiiiiiiiii .. naik motorpun hanya bisa sampai pos II, pos terdekat yang jaraknya sekitar 2 km dari puncak Batu Dinding ... myeeeeehhh!

"Cumak dua kilometer kok," kata mas bojo. Oohh gampang. Berbekal pengalaman jalan kaki muterin mall to mall yang kalok diitung lebih dari 2 km, maka saya PD. Tapi saya lupa kalo jalan tembus ke puncak Batu Dinding itu naik turun. Terjal berbatu lagi. Ada beberapa titik jalan menanjak yang saya harus sampai membungkuk untuk mendakinya. Gakpapa .. meski saya dan mas bojo nol pengalaman naik gunung, tapi tetap berjuang sampai ke atas. Semakin membara semangat saya ketika melihat ada mbak-mbak cumak pake sendal teplek untuk ke mall jalan ijlig tanpa kesusahan sementara saya pakek sepatu yang sol'nya kayak pacul aja jalannya kesusahan. 


haduhhh boyok!!!

Kayaknya salah pakek sepatu

Istirahat dulu

 
Ya gitu jalannya


Waktu paling tepat untuk berkunjung ke lokasi ini adalah subuh. Saya bela-belain berangkat dari rumah jam 4 dini hari agar sampai puncak Batu Diding bisa menikmati sunrise. Ternyata yang pengen liat sunrise enggak cumak kami. Sudah ada 30an orang yang nongkrongin puncak saat kami tiba. Hampir semuanya langsung buru-buru setting kamera ketika matahari mulai nongol. Saya mah duduk aja diatas batu, santai sambil ngeluarin hape yang ada kameranya. Trus jepret-jepret dari tempat saya duduk. Melihat kanan kiri hijau semua membuat saya kriyip-kriyip. Ada beberapa titik hamparan hijau di kejauhan yang masih tertutup kabut. Saking santainya, saya malah ngantuk karena suasana yang redup ditambah hawa dingin dan angin sepoi-sepoi. Pemandangan itu seperti menghipnotis saya. Dan angin semilirnya seperti membisikkan lagu "Tidur-tidurlah sayang,".  Meluk bantal cocok! 




Trus kalok kayak gini, gimana jalannya. Saya terima dudu saja.



Bagus sih tempatnya, tapi ngeri agak singunen. Saya yakin ada banyak puncak-puncak gunung yang aduhai pemandangannya, lebih bagus dari Batu Dinding. Hanya saja lokasi yang terletak di pinggir kawasan konservasi Bukit Soeharto ini gampang diakses. Untuk sampai ke puncaknya, kamu hanya perlu betis dan niat yang kuat. Nah bagi pecinta alam yang biasa naik gunung, trek disini mah gampil. Masih lebih susah trek ke Merapi kok.  Saya'nya aja yang jarang mendaki, jadi agak ngos-ngos'an.

Tapi ingat, nyawa tak semurah selfie kalok sudah sampai di puncak. Harus hati-hati dan tidak pecicilan karena lebar puncak kurang lebih 1 meter lebih sedikit, itupun berbatu. Tak ada jalan setapak. Adanya pijakan-pijakan untuk kaki yang untuk melaluinya harus bergantian. Nah sayangnya meskipun ada banyak papan peringatan untuk berlaku tertib dan menghargai alam, tetep aja ada pengunjung yang ngeyel buang sampah minuman sembarangan. Kayaknya sudah menjadi kebiasaan bagi sejumlah pengunjung untuk menorehkan namanya. Duh .. sepet gitu ngliatnya kalok nemu pohon atau kayu pegangan atau batu trus ada coretan nama.

Lalu yang menjadi perhatian kedua saya adalah, minimnya petugas jaga di puncak. Eh tapi kayaknya saya nggak liat petugas jaga di puncak Batu Dinding. Jadi kami para pengunjung dibiarkan menjelajahi puncak sendirian. Minimnya petugas yang memantau puncak agak sedikit mengkhawatirkan. Masalahnya ini bukan kawasan wisata yang kita bisa loncat-loncat kesana kemari. Minimal ada tim penjaga yang memantau aktivitas para pengunjung diatas, kalok kawasan ini memang benar-benar dibuka untuk umum. Jangan cumak pasang palang kayu dan tali dong. 



Pengamannya cuman tali doang begini




Yaaaaa lomba keluarin kamera



Nah gitu deh penampakan di belakang saya .. njuk aku kon kepiyeeee nek dalane koyo ngono. Butuh petugas jaga!!!!!

Ini pos II. Terus lanjut jalan kaki 2 km ke puncaknya.

Jalan pulang
     




Catatan dari kamar
sambil ngelus-ngelus betis yang cenut-cenut
Njarem lek!!

Atha Ajo
   

    

Kamis, 19 Februari 2015

Petung dan Negeri Atas Awan

Sebetulnya bukan negeri atas awan secara harfiah sih. Cumak lembah yang ketutup kabut yang kalo diliat dari atas bukit berasa kita'nya jadi keren gitu. Sayangnya nggak bisa selfie disini. Selain lokasinya yang agak-agak serem, kita pasti bakalan di sumpah serapahin sama sopir truk karena ngetem di pinggir jalan. Di sepanjang jalan ini jalannya sempit dan penuh jebakan betmen, sehingga para pelintas harus bisa manuver ala ujian mengemudi SIM A. 

Saya berangkat dari rumah jam 05.00 WITA bersama tiga orang lainnya, salah satunya pasangan hidup saya dan dua orang lainnya temennya pasangan hidup saya. Tujuan kami adalah tana paser (dulu namanya tana grogot). Saya ikutan kesana karena kepengen liat tana paser yang berwarna ungu. Iya warna ungu .. serius! Tapi kami kesana bukan karena mau liat unguisasi tana paser. Tapi karena aksi demo masyarakat adat tana paser yang menolak warna ungu sebagai ciri khas tana paser. Ungu cyiiinnn.

  

Jumat, 17 Oktober 2014

Jalan rusak dan peminta-minta




Apa yang bikin kalian nggak mood lagi pas jalan-jalan ke daerah lain? Kalau saya, yang bikin kesel adalah jalan rusak. Lebih parah jika ada warga yang nyodorin kotak karton minta diisi uang oleh pengendara yang lewat. Iiihh sebel .. !! Bikin capek lebih dahsyat karena ngumpat terus. Eh tapi, daerah mana sih yang jalanannya nggak rusak? Ada sih ..

Mood saya buat nonton karnaval dan teater mamanda di Tenggarong langsung terjun bebas pas melewati ruas Loa Janan-Loa Kulu-Tenggarong. Ruas yang saya lewati ini secara administrasi (kata suami saya) adalah jalan Negara, tapi wujudnya kayak jalan kampung. Jalan aspal yang semulus kulit bayi cumak beberapa ratus meter aja, selang-seling sama jalan beton dari semen. Sialnya, saya datang ke Tenggarong pada waktu dan jalur yang salah. Malam telah tiba ketika saya sampai ke ruas itu.

Saya nggak sempat ngitung berapa ratus meter atau kilometer jalan yang sedang diperbaiki di sepanjang Loa Jalan ini saking sibuk menyumpah serapah. Yang jelas, perbaikan jalan ini malah bikin kesal. Tapi saya tetep harus apresiasi dong karena pemerintah pusat dan daerah sigap untuk memperbaiki beberapa titik di ruas yang panjangnya 26 Km ini. Sayangnya jalan yang sudah diperbaiki tidak lama kemudian tetep bocel lagi karena yang war-wer di jalan ini adalah truk-truk kontainer yang biasa ngangkut backhoe. Walaaahhhh …

Saya ketemu truk pengangkut backhoe beberapa kali di ruas ini. Duileee … ngerinya!! Tau sendiri kan kalau bodi bagian bawah backhoe lebih lebar ketimbang yang nggendong. Jadi saya agak griyep griyep kalo papas’an. Secara jalannya sempit, oleng dikit, nyangkut deh mobil saya.

Menurut analisa sayaaaaaa .. (sentilun banget), beberapa titik jalan di ruas ini bakal ditinggikan. Mungkin karena banyaknya jebakan betmen yang kayak kolam ikan, jadi nutupnya kudhu tebel. Karena ruas ini merupakan jalan darat satu-satunya menuju Kota Tenggarong dari Balikpapan, iya satu-satunya, maka perbaikan dilakukan di satu lajur agar lajur lainnya bisa dilewati kendaraan secara bergiliran. Sebetulnya ada jalan alternatif yang menyingkat waktu, tapi ujung jalan ini tetep menuju pas tengah-tengah ruas Loa Janan-Loa Kulu. Sama aja dong suruh ngicipi perbaikan jalan. Ini nih yang bikin saya ngumpat dan kesel. Bikin badan yang sudah bau tambah bauk. Kok? Iya bauk badan karena keseringan ngumpat, sehingga tubuh saya yang sudah tak menyentuh air selama dua hari gegara sedang krisis air mendadak mengeluarkan toksin yang aduhai aromanya.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan yang menular, tiap ada perbaikan jalan sudah pasti langsung dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Saya suka sebel kalo ketemu yang beginian. Hampir di setiap daerah yang saya kunjungi, hampir loh enggak semua (eehhh kayak udah kemana-mana ajaaaa), pasti ada peminta-minta yang berdiri di tengah jalan. Kalo nggak sendirian, ya bergerombol. Biasanya tengah jalan diberi conehead atau tong. Trus kitanya disuruh pelan-pelan dengan harapan mau merogoh koceknya untuk mereka-mereka ini.

Di ruas Loa Janan menuju Kota Tenggarong-ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara-ini, beberapa titik jalan yang sedang diperbaiki menjadi “rayahan” beberapa orang, ya muda dan tua. Anak kecil juga. Aduuuhhh dek, kalo kesamber ban mobil saya gimana?? Enggak tanggung-tanggung, mereka yang nyodorin kotak kardus mungkin ada puluhan. Sampai-sampai ada satu titik dimana mereka berjejer menggantikan marka garis sambil ngacung-ngacungin kotak. Buseetttt!!

Kenapa sampai mereka meminta-minta? Beberapa diantara mereka “berinisiatif” mengatur arus lalu lintas yang seharusnya tugas ini diemban oleh Dishub. Apalagi beberapa titik perbaikan membutuhkan perhatian ekstra. Nah inisiatif mereka mengatur jalan ini membuat mereka merasa berhak untuk mendapat balas budi dari pengendara yang lewat. Bener atau enggak bener, tergantung darimana sudut pandang kita melihat. Duh .. kemana petugas Dishub? Jangan-jangan jam kerjanya sama dengan PNS. Eh Dishub itu PNS kan ya? Jadi untuk beberapa sukarelawan yang sudah capek-capek ngatur, tetep saya kasih balas budi meski cumak sedikit. Yang cumak nyodorin kotak, cukup saya ucapkan terima kasih.

Akhirnya ruas Loa Janan-Loa Kulu Tenggarong yang hanya 26 Kilometer itu, saya tempuh selama dua jam lebih sedikit. Bengkak jempol kaki saya, gantian nginjak pedal gas, rem dan kopling. Enggak lagi, cukup. Tapi nggak papa, sampai hotel saya bisa puas mandi dan keramas. Ahhhh air!!!


Atha Ajo

Mbangkong

Enggak keliatan .. rapopo, yang penting ada fotonya.