Bulan-bulan sibuk bagi para penjahit, sudah tiba. Hore. Aktivitas memeluk mesin-mesin jahit semakin intens. Hore. Meski tentu saja tidak terlalu mengurangi durasi menyimak drakor. Eh..
Apa yang baru dari aktivitas menjahit? Kali ini, ada yang berbeda, yang baru dari Modiste Samantha. Apa itu, eaa. Penasaran? Jadi ceritanya, workshop jahit saya akan berganti tampilannya. Seiring renovasi bagian belakang rumah, maka ruang tamu yang sempit nantinya bakal makin lega, demikian pula ruang jahit.
Di tengah-tengah aktivitas jahit, tiba-tiba keingat blog ini. Waduh ternyata hampir dua tahun enggak diisi artikel baru. Dua tahun "lupa" ngeblog, hiks. Terjerat rutinitas harian berkutat dengan benang dan jarum, urusan tulis-menulis di blog terbengkalai.
Apa mau dikata. Tetapi tak apalah, setidaknya masih mencoba mengisi blog (alesan nih, hehe). Ehm, nanti deh jika sudah cukup luang waktunya, blog ini akan dibanjiri (diisi) artikel-artikel lagi, dari resensi film, coretan hasil piknik, dan seterusnya.
Eh, sebenarnya saya tidak bener-bener lupa ngeblog sih, karena energi menulis dan
corat-coret plus "postang-posting" berganti ke web dan instagram.
Alamatnya website di www,modistesamantha.com atau di instagram @samanthaproject. Ditengok ya, myehehe.
BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
KECAPEKAN MENJAHIT, GANBATEE
RESENSI FILM LOGAN, INI FILM KEREN
KORONA DAN ANGKA 9
MY BELOVED HIMURA
MENAPAKI PERBATASAN PART 1
MENANTI KIRK HAMMET
Translate
Rabu, 22 Mei 2019
Kamis, 22 Juni 2017
KECAPEKAN MENJAHIT, GANBATEE
YEAAY...
Bulan Ramadhan bulan paling sibuk bagi para penjahit. Sibuk yang bener-bener sibuk sampai kurang tidur dan kurang pikniiik. Semoga habis ini endak muncul kantung mata, hiks.
Order jahit menumpuk berbanding terbalik dengan tenaga yang malah menyusut. (pengen pijeet). Tidak bisa tidak, order mesti dikerjakan dengan gagah berani dan diupayakan tepat waktu. Paramex, balsem, minyak angin, hingga teh mesti ada di meja jahit.
Enggak seperti masak, yang 2-5 porsi bisa dituang bareng ke dalam satu wajan, urusan memasak hanya bisa dikerjakan satu persatu. Belom lagi ditambah urusan beli alat jahit serta kain. Untung ada Mas Bojo, ndorong kenceng dari belakang.
Semangaat. Benderaa Samantha sudah ditancapkan. Mesin jahit di Bengkel Mode Samantha harus tetap menderuuuuuu. Semangaaat !!! Ganbatee !!! Tahun depan ke Jepaaaaang. Haruussssss. Mau ketemu sama Yohji Yamamoto.. ihik...
Bulan Ramadhan bulan paling sibuk bagi para penjahit. Sibuk yang bener-bener sibuk sampai kurang tidur dan kurang pikniiik. Semoga habis ini endak muncul kantung mata, hiks.
Order jahit menumpuk berbanding terbalik dengan tenaga yang malah menyusut. (pengen pijeet). Tidak bisa tidak, order mesti dikerjakan dengan gagah berani dan diupayakan tepat waktu. Paramex, balsem, minyak angin, hingga teh mesti ada di meja jahit.
Enggak seperti masak, yang 2-5 porsi bisa dituang bareng ke dalam satu wajan, urusan memasak hanya bisa dikerjakan satu persatu. Belom lagi ditambah urusan beli alat jahit serta kain. Untung ada Mas Bojo, ndorong kenceng dari belakang.
Semangaat. Benderaa Samantha sudah ditancapkan. Mesin jahit di Bengkel Mode Samantha harus tetap menderuuuuuu. Semangaaat !!! Ganbatee !!! Tahun depan ke Jepaaaaang. Haruussssss. Mau ketemu sama Yohji Yamamoto.. ihik...
Selasa, 20 Juni 2017
PERTAMINA BAROKAH, ANTARA BRIGHT GAS, GUDEG, DAN MENJAHIT
Sebetulnya
nggak ada hubungannya sih antara bright gas, gudeg dan jahitan. Karena
kebetulan pengen ikutan lomba nulis blog yang diadakan oleh Pertamina, jadi dihubung-hubungin
aja. Lumayan kan kalau dapat kamera mirrorless (lumayan banget) .. cihuy buat
motret gudeg sama selfie pas lagi menjahit (red-pencitraan). Siapaaa tauuuuuuu
.. !!
Sebagai
seorang wanita yang multitalenta (kibas poni), saya selalu mencoba melakukan sendiri
segala hal yang saya butuhkan. Meskipun kadang-kadang saya minta bantuan mas
bojo untuk hal-hal yang sulit. Nulis blog .. iya, masak .. sanggup, menjahit ..
apalagi, bongkar pasang bak cucian portabel .. kecil, perbaikin laptop mas bojo
pas lagi hang ketika saya lagi menjahit... uaahh jangan tanya. Yang nggak bisa cuma
naik vespa sama motor trail.
Impian-impian
saya yang saya rangkai sejak dulu kala mulai terwujud satu per satu. Impian
yang terhasrat dari hobi .. menulis, memasak, dan menjahit. Dunia tulis menulis
saya awali menjadi wartawan selama 6 tahun. Dan ketika profesi ini saya rasa
cukup untuk dijalani, saya mulai meraih mimpi saya yang lain. Maka
terjerumuslah saya ke dunia jahit menjahit. Dunia yang saya tekuni sampai
sekarang. PS : yang mau bikin baju silahkan komen ... haha.
Nah mimpi saya
yang satu lagi ini yang ingin saya wujudkan. Mimpi untuk membuat kedai karena
saya hobi memasak. Hobi yang sudah mulai ada sejak saya kuliah tapi nggak ada
yang tau. Orang-orang rumah dulu nggak ada yang mau makan masakan saya ..
sediiiihhhh! Karena masakan saya dulu hasil eksperimen semua. Yaaahhh saya juga
sadar sih siapa juga yang dulu mau makan roti tawar goreng yang “klomoh” minyak.
(Klomoh = kondisi ketika makanan yang digoreng terlalu berminyak aka berkuah
minyak).
Tapi sekarang
enggak lagi dooong. Hasil dari pengembaraan saya membuat masakan saya jadi makin
cihuy. Makanya mas bojo yang tadinya cungkring jadi rada menggelembung. Apalagi
alat-alat masak sekarang banyak yang lucu-lucu. PS : Jadi bapak-bapak, alat memasak
yang lucu dan imut itu sangat penting untuk meningkatkan mood istri untuk
memasak di dapur. Dijamin nanti masakannya jadi enak!
Yang membuat
saya makin bahagia memasak itu karena Pertamina mengeluarkan Bright Gas. Saya
bisa ganti regulator sendiri .. horeeeeee. Jujur sebelumnya saya agak takut
untuk pasang regulator sendiri. Tapi karena ada jaminan katup ganda atau Doble
Spindle Valve System (DSVS), saya jadi berani karena dua kali lebih aman
mencegah kebocoran pada kepala tabung. Dan apinya biru loooohhhh, bikin saya
nyaman kalo lagi masak gudeg yang durasi masaknya harus berhari-hari. (Nggak
deng .. Cuma dua hari aja). Yang penasaran apa saja keunggulan Bright Gas, klik
saja ini www.pertamina.com
Jadi waktu
Bright Gas 12 kg diumumkan 3 tahun lalu, saya dan mas bojo langsung cari-cari
info. Belum semua pengecer menyediakan sih, tapi saya kekeh mau ada Bright Gas
di rumah. Nggak pake ribet ternyata, tinggal datang ke agen gas elpiji bawa
tabung gas elpiji 12 kg untuk ditukar, sudah bisa bawa pulang tabung Bright Gas 12 kg yang
warna warni-nya imut itu.
Nah kalau
sekarang? Gara-gara tahun lalu Pertamina luncurin Bright Gas 5,5 kg, saya jadi
kepengen punya juga yang versi mungilnya. Bentuknya kecil dan lebih imut, bisa
dipeluk. Dan saya cukup kuat untuk angkat sendiri karena enteng. Cocok untuk
dapur yang shaby-shaby gitu. PS : Buat bapak-bapak .. pleaseee, jika istri anda
penggemar shaby-shaby-an, dijamin Bright Gas 5,5 kg warna shocking pink bakal
menjadi kado terindah. Kebahagiaan istri adalah kebahagiaan bapak juga kan!
Dapur cantik
itu harus totalitas !!
Kembali ke
soal masak memasak, keberadaan Bright Gas juga membuat saya semakin semangat
untuk memasak gudeg. Bagi orang lain, masak gudeg itu ribet. Tapi bagi saya ...
ahahahhaha ... ribet juga sih, tapi karena masaknya pake Bright Gas jadi mood-nya
bagus aja. Kalau mood-nya bagus, masakan jadi enak. Yang udah pernah ngicipin
gudeg saya, pasti paham.
Soooo ....
apakah Bright Gas akan mengantar saya menjadi “Bakul Gudeg” .... uhlalaaaa ...
lihat saja nanti yaaaaa. Kalau tiba-tiba terpampang papan “Gudeg Yu Atha”,
berarti ........
(Atha)
Kamis, 09 Maret 2017
RESENSI FILM LOGAN : INI FILM KEREN
Logan, film ini bagus (
⭐️
⭐️
⭐️
⭐️) karena menyentuh sisi humanis yg realistis dr superhero (karna saya nya suka film superhero). Tp Mungkin tidak semua orang bakal menyukai film ini (PS : mas bojo - @lukasadiprasetya -kalem aja komentarnya, katanya nggak banyak adegan berkelahinya).
Tapi ini satu satunya film superhero yg sukses bikin mata saya basah. Hiks RIP Wolverine .. RIP Profesor. Spoilernya, film ini tidak meletakkan sisi superhero sebagai bagian utama cerita, spt film superhero garapan marvel pada umumnya.
Kita diminta melihat logan sebagai manusia, bukan wolverin. Sad ending, gelap, brutal, kejam mjd bagian film ini, brutal krn bbrp adegan diekspose full yg biasanya nggak ada di sejarah xmen (seingatkh loh) nggak aman buat anak2, yaaaa bayangin aja kalo cakarnya langsung nancep di kepala gituuu, trus kepala kepenggal diekspose gitu.
Jd jgn bawa anak2 buat ntn ini yaaa, nggak semua film superhero itu utk anak2 (kyknya kmrn ada yg bawa anak padahal ratingnya R!)...Sering mengkhayal bagaimana superhero di masa senjanya. Dan film ini spt menjawab itu. Kisah perjalanan terakhir si superhero di masa senjanya.
Perjalanan terakhir yang mengenaskan sekaligus menyentuh, karena si wolverine harus mati2an berantem sama kembarannya di saat dia berada di titik hidup paling rentan. Superhero yang sakit2an dan lemah (cakar besinya udah aus keknya, dan mereka hidup di periode dimana manusia sdh tidak kagum lagi sama superhero) ... yaaahhh namanya juga superhero lansia.
Tapi menyentuh krn Logan di akhir hidupnya yang pahit karena putus asa dan tidak punya harapan masih bisa jadi superhero bagi wolverin kecil. Meski pada akhirnya mati, dia tetep jadi superhero. Bukan film superhero pada umumnya sih.
Meskipun endingnya antiklimaks dan durasinya kepanjangan, tapi saya menikmati setiap menitnya, tidak menjemukan. Satu yang sangat mencuri perhatian disini itu adalah si Laura. Bapak sama anak sama sama temperamen tinggi.
Cumak sayangnya, kebiasaan nonton sampai credit title berakhir demi nonton cuplikan lanjutan yg jd khas nya marvel nggak kesampaian lagi, karna penontonnya dah langsung keluar semua. Jadi tengsin diliatin mbak mas penjaga. Akhirnya ikutan keluar ... ada yg lihat sampai kredit title berakhir nggak?? Ada cuplikannya kah?? Masak harus nunggu di youtube?!
Tapi ini satu satunya film superhero yg sukses bikin mata saya basah. Hiks RIP Wolverine .. RIP Profesor. Spoilernya, film ini tidak meletakkan sisi superhero sebagai bagian utama cerita, spt film superhero garapan marvel pada umumnya.
Kita diminta melihat logan sebagai manusia, bukan wolverin. Sad ending, gelap, brutal, kejam mjd bagian film ini, brutal krn bbrp adegan diekspose full yg biasanya nggak ada di sejarah xmen (seingatkh loh) nggak aman buat anak2, yaaaa bayangin aja kalo cakarnya langsung nancep di kepala gituuu, trus kepala kepenggal diekspose gitu.
Jd jgn bawa anak2 buat ntn ini yaaa, nggak semua film superhero itu utk anak2 (kyknya kmrn ada yg bawa anak padahal ratingnya R!)...Sering mengkhayal bagaimana superhero di masa senjanya. Dan film ini spt menjawab itu. Kisah perjalanan terakhir si superhero di masa senjanya.
Perjalanan terakhir yang mengenaskan sekaligus menyentuh, karena si wolverine harus mati2an berantem sama kembarannya di saat dia berada di titik hidup paling rentan. Superhero yang sakit2an dan lemah (cakar besinya udah aus keknya, dan mereka hidup di periode dimana manusia sdh tidak kagum lagi sama superhero) ... yaaahhh namanya juga superhero lansia.
Tapi menyentuh krn Logan di akhir hidupnya yang pahit karena putus asa dan tidak punya harapan masih bisa jadi superhero bagi wolverin kecil. Meski pada akhirnya mati, dia tetep jadi superhero. Bukan film superhero pada umumnya sih.
Meskipun endingnya antiklimaks dan durasinya kepanjangan, tapi saya menikmati setiap menitnya, tidak menjemukan. Satu yang sangat mencuri perhatian disini itu adalah si Laura. Bapak sama anak sama sama temperamen tinggi.
Cumak sayangnya, kebiasaan nonton sampai credit title berakhir demi nonton cuplikan lanjutan yg jd khas nya marvel nggak kesampaian lagi, karna penontonnya dah langsung keluar semua. Jadi tengsin diliatin mbak mas penjaga. Akhirnya ikutan keluar ... ada yg lihat sampai kredit title berakhir nggak?? Ada cuplikannya kah?? Masak harus nunggu di youtube?!
Pps : setelah baca sana sini, memang tidak ada sneak peek nya. Aaahhhh nggak seruuuuu
Ppps : apakah inj akan merubah gaya film xmen selanjutnya jd lebih gelap? Kyk batman gitu yg tadinya musuhnya ceria ala joker jack nicholson Jadi joker ala heath ledger dan mas leto
NB, resensi ini juga saya tulis di fesbuk sebelumnya..hihi
Rabu, 15 Februari 2017
BENGKEL MODE SAMANTHA BALIKPAPAN BERSIAP LARI KENCANG
Judulnya adalah owner Modiste Samantha alias Samantha Project pindahan showroom. Begitulah. Sudah saatnya untuk membuka bengkel mode berkonsep galeri. Penjahit itu, kan, nggak hanya sekadar menjahit. Tapi musti tampil kece badai,
Begitulah. Rumah mungil yang penuh dengan "sudut samantha" ini akan menjadi bengkel mode yang ciamik di kota ini. Masih banyak berbenah tentu saja, karena baru sekitar satu pekan ditempati. Masih perlu polesan kanan-kiri.
Siap-siap tunggu gebrakan Samantha ya... Myehehe
Begitulah. Rumah mungil yang penuh dengan "sudut samantha" ini akan menjadi bengkel mode yang ciamik di kota ini. Masih banyak berbenah tentu saja, karena baru sekitar satu pekan ditempati. Masih perlu polesan kanan-kiri.
Siap-siap tunggu gebrakan Samantha ya... Myehehe
Senin, 16 Januari 2017
MODISTE SAMANTHA BALIKPAPAN
Akhirnya saya punya website sendiri.. yeay !! Keinginan sejak tahun lalu ini, syukurlah, tercapai. Sekarang, produk-produk pakaian desain saya, yang asyik, keren, dan kekinian, bisa dikenal lebih luas. Semoga semakin memberi warna bagi dunia fashion Balikpapan tercinta.
Jadi, mari kita lihat website Samantha ini, yay...
Ini nih link-nya -------> modiste samantha balikpapan
Salam Samantha !!
mbak Samantha alias saya, hehe...
Senin, 09 Januari 2017
SEBATIK YANG SESUATU BANGET
Cuma pengin posting foto-foto saja saat mampir sejenak di Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara.
di dermaga milik TNI.
tuh diseberang nampak Kota Tawau, Sabah, Malaysia.
di pantai Batu Lamampu
di tugu perbatasan.
di batas negara. belakang pos jaga Kampung Aji Kuning
sentra rumput laut di Liang Bunyu
di dermaga milik TNI.
tuh diseberang nampak Kota Tawau, Sabah, Malaysia.
sama sodara bojo di depan gereja St Agustinus, Sebatik.
di pantai Batu Lamampu
di tugu perbatasan.
di batas negara. belakang pos jaga Kampung Aji Kuning
sentra rumput laut di Liang Bunyu
Rabu, 09 Maret 2016
Korona dan angka 9
Hadiah apa
yang paling kalian inginkan ketika berulang tahun? Kalau saya enggak
muluk-muluk, cumak pengen sehat selalu. Tetapi tahun ini, saya mendapatkan
hadiah yang tak ternilai harganya. Bagi saya, ini adalah hadiah yang sangat istimewa.
Dimana saya bisa merayakan hari lahir saya dengan melihat pertunjukan langit
yang luar biasa.
Angka
kesayangan saya adalah sembilan, karena ini adalah tanggal lahir saya di bulan
Maret. Dan angka sembilan ini semakin istimewa karena saya mendapatkan korona.
Iyaaaaa .. korona!! Korona yang bisa dilihat dengan mata telanjang saat terjadi
Gerhana Matahari Total di tahun 2016 .. total tal tal. Saya tahu gerhana ini pasti terasa
istimewa bagi setiap orang yang menyaksikannya. Tapi bagi saya, ini menjadi
sangat personal dan intim.
Segala macam
perangkat untuk mengabadikan peristiwa ini sudah saya persiapkan semalam sebelumnya.
Powerbank tiga buah, kamera saku, kamera SLR, kacamata Gerhana asli, kacamata
las sampai kaca las dengan level kegelapan hingga angka 12. Sampai-sampai saya
enggak bisa tidur karena takut bangun kesiangan. Ya kalee .. sudah biasa. Ini
demi melihat si matahari yang ditutupin sama si bulan. Tidak lupa jeprat jepret
pakek camera hape ditutupin filter kaca las atau filter kacamata las listrik. Cumak
kok lama-lama kasihan sama camera hape saya.
“Kontak”
pertama si Bulan yang nutupin si Mataharipun sudah membuat saya debar.
Wuiiiiihhhh ... secara saya belum pernah menyaksikan peristiwa ini langsung.
Biasanya cumak liat di yutub. Sesekali saja saya melihat bagaimana Bulan secara
perlahan menutupi Matahari. Sampai pada Matahari berbentuk sabit, saya langsung
setengah lari ke bibir pantai. Oh saya sengaja bela-belain berangkat jam 5.30an
Wita menuju Pantai Manggar Balikpapan agar mendapatkan sudut pandangan yang
lebih luas. Dan sudut yang saya pilih itu berhasil sekaligus memuaskan.
Menulis “Happy
Birthday” di pasir (biar kekinian) terus mengabadikannya sambil tengok-tengok
ke matahari yang sudah semakin runcing sabitnya. Saat inilah saya mulai
merinding. Saat-saat cahaya Matahari sedikit demi sedikit menghilang di balik
Bulan diikuti teriakan riuh para penikmat Gerhana. Sedetik kemudian, Matahari
benar-benar menghilang di balik Bulan dan suasana menjadi senyap, gelap temaram
seperti senja. Saya yakin semua mata memandang keatas, nanar. Saat itulah saya
harus melepas kacamata gerhana, dan itu dia .. korona yang berpijar
nampak jelas dilihat dengan mata telanjang. Ada titik warna merah di atas samping kiri.
Tiba-tiba saja
saya mbrebes mili, terharu. Lebay sih. Tapi peristiwa ini memang benar-benar
personal untuk saya. Kapan lagi saya bisa menyaksikan korona yang indah itu di
perayaan hari lahir saya. Tapi karena ada banyak orang, mbrebes mili nya saya
tahan biar nggak kebablasan. Untung gelap. Sebetulnya saya ingin
mengabadikannya. Tapi karena saat itu hanya kamera hape yang saya pegang dan
gambar yang dihasilkan juga tidak terlalu bagus, maka saya memutuskan untuk
menikmati saja pertunjukan alam semesta yang luar biasa ini. Ah .. persetan
dengan foto. Nanti tinggal minta yang sudah berhasil motret saja. Toh saya
ingin menikmati setiap mili detik dari korona yang berpijar pijar itu. Dan apa
yang saya saksikan dengan mata telanjang jauh lebih bagus dari sekedar melihat
dari rekaman kamera. Jauuuuhhhh lebih bagus ... menurut saya looooohh.
Tapi ada
pemandangan lain yang menyita perhatian saya. Ada satu titik tak jauh dari
Matahari dan Bulan yang cahayanya terang sekali. Apakah itu planet? Jupiter?
Yeeppp ... Pada
akhirnya tak hanya korona yang bisa saya saksikan. Dalam detikan pertama
Matahari keluar dari bayang-bayang Bulan, disana menyempil cahaya yang dalam
sepersekian detik terlihat seperti diamond ring. Iiiihhhh .. kereeennnnn.
Hari ini adalah hari paling emosional buat saya. Lebay biarin .. !
By Atha Ajo
Pantai Manggar
eclipse dan korona
My Birthday
9 Maret 2016
Sabtu, 08 Agustus 2015
Batu Dinding : Semilir yang bikin ngantuk
| Sunrise di Batu Dinding |
My trip my adventure saya kali ini (ecieeeeee kekinian banget pakek slogan my trip my adventure) .. Ya sudah, tamasya saya kali ini ikut rombongan kuli gadget yang dipelopori oleh siapa lagi kalau bukan mas bojo. Pokoknya kalok ada acara tamasya beginian, mas bojo wajib mengikutsertakan saya.
Lokasi yang kami tuju ini berada di kelurahan Batu Dinding, Samboja Kabupaten Kukar. Makanya disebut kawasan wisata Batu Dinding karena berada di Kelurahan Batu Dinding. Menuju ke lokasi, saya dan rombongan pilih naik motor. Enggak perlu pakai motor trail yang ban'nya kayak pacul. Cukup motor matik mungil sudah bisa melalui jalanan terjal berbatu sampai ke "lokasi". Yang penting mampu mengemudi dengan baik dan benar serta waspada. Kalok perhatiannya meleng dikit, alamat salto.
Sebetulnya menuju kesini naik mobil juga bisa. Tetapi kita hanya bisa sampai ke pos I yang dilanjut jalan kaki menuju pos II yang jaraknya hampir 1 Km. Mengingat betis ini adalah betis manja, naik motor sudah pasti pilihan yang tepat. Tapiiiiiiiiii .. naik motorpun hanya bisa sampai pos II, pos terdekat yang jaraknya sekitar 2 km dari puncak Batu Dinding ... myeeeeehhh!
"Cumak dua kilometer kok," kata mas bojo. Oohh gampang. Berbekal pengalaman jalan kaki muterin mall to mall yang kalok diitung lebih dari 2 km, maka saya PD. Tapi saya lupa kalo jalan tembus ke puncak Batu Dinding itu naik turun. Terjal berbatu lagi. Ada beberapa titik jalan menanjak yang saya harus sampai membungkuk untuk mendakinya. Gakpapa .. meski saya dan mas bojo nol pengalaman naik gunung, tapi tetap berjuang sampai ke atas. Semakin membara semangat saya ketika melihat ada mbak-mbak cumak pake sendal teplek untuk ke mall jalan ijlig tanpa kesusahan sementara saya pakek sepatu yang sol'nya kayak pacul aja jalannya kesusahan.
| haduhhh boyok!!! |
| Kayaknya salah pakek sepatu |
| Istirahat dulu |
| Ya gitu jalannya |
Waktu paling tepat untuk berkunjung ke lokasi ini adalah subuh. Saya bela-belain berangkat dari rumah jam 4 dini hari agar sampai puncak Batu Diding bisa menikmati sunrise. Ternyata yang pengen liat sunrise enggak cumak kami. Sudah ada 30an orang yang nongkrongin puncak saat kami tiba. Hampir semuanya langsung buru-buru setting kamera ketika matahari mulai nongol. Saya mah duduk aja diatas batu, santai sambil ngeluarin hape yang ada kameranya. Trus jepret-jepret dari tempat saya duduk. Melihat kanan kiri hijau semua membuat saya kriyip-kriyip. Ada beberapa titik hamparan hijau di kejauhan yang masih tertutup kabut. Saking santainya, saya malah ngantuk karena suasana yang redup ditambah hawa dingin dan angin sepoi-sepoi. Pemandangan itu seperti menghipnotis saya. Dan angin semilirnya seperti membisikkan lagu "Tidur-tidurlah sayang,". Meluk bantal cocok!
| Trus kalok kayak gini, gimana jalannya. Saya terima dudu saja. |
Bagus sih tempatnya, tapi ngeri agak singunen. Saya yakin ada banyak puncak-puncak gunung yang aduhai pemandangannya, lebih bagus dari Batu Dinding. Hanya saja lokasi yang terletak di pinggir kawasan konservasi Bukit Soeharto ini gampang diakses. Untuk sampai ke puncaknya, kamu hanya perlu betis dan niat yang kuat. Nah bagi pecinta alam yang biasa naik gunung, trek disini mah gampil. Masih lebih susah trek ke Merapi kok. Saya'nya aja yang jarang mendaki, jadi agak ngos-ngos'an.
Tapi ingat, nyawa tak semurah selfie kalok sudah sampai di puncak. Harus hati-hati dan tidak pecicilan karena lebar puncak kurang lebih 1 meter lebih sedikit, itupun berbatu. Tak ada jalan setapak. Adanya pijakan-pijakan untuk kaki yang untuk melaluinya harus bergantian. Nah sayangnya meskipun ada banyak papan peringatan untuk berlaku tertib dan menghargai alam, tetep aja ada pengunjung yang ngeyel buang sampah minuman sembarangan. Kayaknya sudah menjadi kebiasaan bagi sejumlah pengunjung untuk menorehkan namanya. Duh .. sepet gitu ngliatnya kalok nemu pohon atau kayu pegangan atau batu trus ada coretan nama.
Lalu yang menjadi perhatian kedua saya adalah, minimnya petugas jaga di puncak. Eh tapi kayaknya saya nggak liat petugas jaga di puncak Batu Dinding. Jadi kami para pengunjung dibiarkan menjelajahi puncak sendirian. Minimnya petugas yang memantau puncak agak sedikit mengkhawatirkan. Masalahnya ini bukan kawasan wisata yang kita bisa loncat-loncat kesana kemari. Minimal ada tim penjaga yang memantau aktivitas para pengunjung diatas, kalok kawasan ini memang benar-benar dibuka untuk umum. Jangan cumak pasang palang kayu dan tali dong.
| Pengamannya cuman tali doang begini |
| Yaaaaa lomba keluarin kamera |
| Nah gitu deh penampakan di belakang saya .. njuk aku kon kepiyeeee nek dalane koyo ngono. Butuh petugas jaga!!!!! |
| Ini pos II. Terus lanjut jalan kaki 2 km ke puncaknya. |
| Jalan pulang |
Catatan dari kamar
sambil ngelus-ngelus betis yang cenut-cenut
Njarem lek!!
Atha Ajo
Kamis, 19 Februari 2015
Petung dan Negeri Atas Awan
Sebetulnya bukan negeri atas awan secara harfiah sih. Cumak lembah yang ketutup kabut yang kalo diliat dari atas bukit berasa kita'nya jadi keren gitu. Sayangnya nggak bisa selfie disini. Selain lokasinya yang agak-agak serem, kita pasti bakalan di sumpah serapahin sama sopir truk karena ngetem di pinggir jalan. Di sepanjang jalan ini jalannya sempit dan penuh jebakan betmen, sehingga para pelintas harus bisa manuver ala ujian mengemudi SIM A.
Saya berangkat dari rumah jam 05.00 WITA bersama tiga orang lainnya, salah satunya pasangan hidup saya dan dua orang lainnya temennya pasangan hidup saya. Tujuan kami adalah tana paser (dulu namanya tana grogot). Saya ikutan kesana karena kepengen liat tana paser yang berwarna ungu. Iya warna ungu .. serius! Tapi kami kesana bukan karena mau liat unguisasi tana paser. Tapi karena aksi demo masyarakat adat tana paser yang menolak warna ungu sebagai ciri khas tana paser. Ungu cyiiinnn.
Saya berangkat dari rumah jam 05.00 WITA bersama tiga orang lainnya, salah satunya pasangan hidup saya dan dua orang lainnya temennya pasangan hidup saya. Tujuan kami adalah tana paser (dulu namanya tana grogot). Saya ikutan kesana karena kepengen liat tana paser yang berwarna ungu. Iya warna ungu .. serius! Tapi kami kesana bukan karena mau liat unguisasi tana paser. Tapi karena aksi demo masyarakat adat tana paser yang menolak warna ungu sebagai ciri khas tana paser. Ungu cyiiinnn.
Jumat, 17 Oktober 2014
Jalan rusak dan peminta-minta
Apa yang bikin
kalian nggak mood lagi pas jalan-jalan ke daerah lain? Kalau saya, yang bikin
kesel adalah jalan rusak. Lebih parah jika ada warga yang nyodorin kotak karton
minta diisi uang oleh pengendara yang lewat. Iiihh sebel .. !! Bikin capek
lebih dahsyat karena ngumpat terus. Eh tapi, daerah mana sih yang jalanannya
nggak rusak? Ada sih ..
Mood saya buat
nonton karnaval dan teater mamanda di Tenggarong langsung terjun bebas pas melewati
ruas Loa Janan-Loa Kulu-Tenggarong. Ruas yang saya lewati ini secara
administrasi (kata suami saya) adalah jalan Negara, tapi wujudnya kayak jalan
kampung. Jalan aspal yang semulus kulit bayi cumak beberapa ratus meter aja,
selang-seling sama jalan beton dari semen. Sialnya, saya datang ke Tenggarong
pada waktu dan jalur yang salah. Malam telah tiba ketika saya sampai ke ruas
itu.
Saya nggak
sempat ngitung berapa ratus meter atau kilometer jalan yang sedang diperbaiki di
sepanjang Loa Jalan ini saking sibuk menyumpah serapah. Yang jelas, perbaikan
jalan ini malah bikin kesal. Tapi saya tetep harus apresiasi dong karena
pemerintah pusat dan daerah sigap untuk memperbaiki beberapa titik di ruas yang
panjangnya 26 Km ini. Sayangnya jalan yang sudah diperbaiki tidak lama kemudian
tetep bocel lagi karena yang war-wer di jalan ini adalah truk-truk kontainer yang
biasa ngangkut backhoe. Walaaahhhh …
Saya ketemu
truk pengangkut backhoe beberapa kali di ruas ini. Duileee … ngerinya!! Tau
sendiri kan kalau bodi bagian bawah backhoe lebih lebar ketimbang yang
nggendong. Jadi saya agak griyep griyep kalo papas’an. Secara jalannya sempit,
oleng dikit, nyangkut deh mobil saya.
Menurut
analisa sayaaaaaa .. (sentilun banget), beberapa titik jalan di ruas ini bakal
ditinggikan. Mungkin karena banyaknya jebakan betmen yang kayak kolam ikan,
jadi nutupnya kudhu tebel. Karena ruas ini merupakan jalan darat satu-satunya menuju
Kota Tenggarong dari Balikpapan, iya satu-satunya, maka perbaikan dilakukan di satu lajur agar
lajur lainnya bisa dilewati kendaraan secara bergiliran. Sebetulnya ada jalan alternatif yang menyingkat waktu, tapi ujung jalan ini tetep menuju pas tengah-tengah ruas Loa Janan-Loa Kulu. Sama aja dong suruh ngicipi perbaikan jalan. Ini nih yang bikin saya
ngumpat dan kesel. Bikin badan yang sudah bau tambah bauk. Kok? Iya bauk badan karena
keseringan ngumpat, sehingga tubuh saya yang sudah tak menyentuh air selama dua
hari gegara sedang krisis air mendadak mengeluarkan toksin yang aduhai aromanya.
Mungkin sudah
menjadi kebiasaan yang menular, tiap ada perbaikan jalan sudah pasti langsung
dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Saya suka sebel kalo ketemu yang beginian. Hampir di
setiap daerah yang saya kunjungi, hampir loh enggak semua (eehhh kayak udah
kemana-mana ajaaaa), pasti ada peminta-minta yang berdiri di tengah jalan. Kalo nggak sendirian, ya bergerombol. Biasanya
tengah jalan diberi conehead atau tong. Trus kitanya disuruh pelan-pelan dengan
harapan mau merogoh koceknya untuk mereka-mereka ini.
Di ruas Loa
Janan menuju Kota Tenggarong-ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara-ini, beberapa
titik jalan yang sedang diperbaiki menjadi “rayahan” beberapa orang, ya muda
dan tua. Anak kecil juga. Aduuuhhh dek, kalo kesamber ban mobil saya gimana??
Enggak tanggung-tanggung, mereka yang nyodorin kotak kardus mungkin ada
puluhan. Sampai-sampai ada satu titik dimana mereka berjejer menggantikan marka
garis sambil ngacung-ngacungin kotak. Buseetttt!!
Kenapa sampai
mereka meminta-minta? Beberapa diantara mereka “berinisiatif” mengatur arus
lalu lintas yang seharusnya tugas ini diemban oleh Dishub. Apalagi beberapa
titik perbaikan membutuhkan perhatian ekstra. Nah inisiatif mereka
mengatur jalan ini membuat mereka merasa berhak untuk mendapat balas budi dari
pengendara yang lewat. Bener atau enggak bener, tergantung darimana sudut pandang kita melihat. Duh .. kemana petugas Dishub? Jangan-jangan jam kerjanya
sama dengan PNS. Eh Dishub itu PNS kan ya? Jadi untuk beberapa sukarelawan yang sudah
capek-capek ngatur, tetep saya kasih balas budi meski cumak sedikit. Yang cumak
nyodorin kotak, cukup saya ucapkan terima kasih.
Akhirnya ruas
Loa Janan-Loa Kulu Tenggarong yang hanya 26 Kilometer itu, saya tempuh selama
dua jam lebih sedikit. Bengkak jempol kaki saya, gantian nginjak pedal gas, rem
dan kopling. Enggak lagi, cukup. Tapi nggak papa, sampai hotel saya bisa puas
mandi dan keramas. Ahhhh air!!!
Atha Ajo
Mbangkong
![]() |
| Enggak keliatan .. rapopo, yang penting ada fotonya. |
Langganan:
Postingan (Atom)








